Tampilkan postingan dengan label Manda Renaldy Anway. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manda Renaldy Anway. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Desember 2015

Pernahkah kamu berharap pada seseorang
Kamu berharap kebaikannya, kehadirannya, perhatiannya, kasih sayangnya
Tapi
Seringkah engkau dikecewakannya, menangis karenanya, disakiti olehnya?
Lalu
Pantaskah kamu masih berharap padanya?
Ataukah dalam kecewa, dalam tangis dan dalam sakit itu, ada kebahagiaan yang kamu dapatkan?
Apakah dengan kecewamu, dia berubah menjadi lebih baik?
Apakah dalam tangismu, dia akan hadir?
Ataukah dengan perasaan sakitmu, dia menyayangimu?
Mungkin jawabannya tidak
Jadi
Bukankah ini saatnya untuk kamu pergi, berpaling, menjauh?
Setidaknya pergilah dari rasa kecewa itu
Berpalinglah untuk tetesan air mata itu
Menjauhlah untuk membahagiakan hatimu
Saatnya kamu melangkah
Mendaki di terjal kehidupan dan mengalir bagai sungai
Jangan bertahan untuk harapan yang tak pernah ada
Jangan menunggu hembus angin lalu
Biarlah sakitnya terasa hari ini
Esok luka itu akan mengering
Jika hari ini kamu sadar siapa dia
Besok, tahun depan, sepuluh tahun lagi
Dia akan menjadi orang yang sama
Yang tak pernah mempedulikanmu
Yang hanya memberimu sedikit rasa, sedikit senyum
Biarkan hari ini adalah akhir kecewamu
Biarkanlah air mata itu menetes sederas-derasnya
Dan biarlah rasa sakit itu menghujam dalam
Tapi itu yang terakhir untuknya
Itu yang terakhir.